Tips dan Cara Perawatan Kucing Kampung yang Benar

Perawatan Kucing Kampung

Banyak yang bilang, kucing dan anjing merupakan peliharaan paling baik dan setia. Alasan itu pulalah yang membuat orang tertarik memelihara kucing atau anjing di rumah. Kucing kampung merupakan salah satu jenis kucing yang paling banyak dipelihara. Perawatan kucing kampung pun sangat sederhana. Selain itu, proses adopsinya pun sangat mudah, dan bahkan tidak membutuhkan surat adopsi resmi.

 

Cara perawatan kucing kampung

Merawat kucing kampung pada dasarnya sama saja seperti perawatan kucing ras lainnya.

Masih belum familiar dengan kucing kampung maupun prosedur perawatannya? Langsung saja, ya! Simak penjelasannya berikut ini:

  1. Ajarkan kebiasaan hidup yang baik

    Tingkah laku atau kebiasaan kucing kampung hampir sama dengan kucing liar, mengapa? Karena kucing kampung hidup bebas berkeliaran dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya. Semua kucing kampung yang bebas, tidak memahami cara buang air kecil atau BAB dengan benar selayaknya anjing atau kucing peliharaan.

    Tugas kamulah yang mengajarkan atau melatih kebiasaan hidup yang baik pada mereka. Agar prosesnya lebih mudah, kami menyarankan untuk mengadopsi kucing kampung kecil. Ajarkan pada kucing tersebut bagaimana cara buang kotoran yang benar.

    Bagaimana caranya? Cukup siapkan litter box di rumah.

    Jangan lupa pula untuk menyediakan kebutuhan lainnya termasuk tempat tidur yang bersih.

  2. Rawat kebersihan dan kesehatan anggota tubuh kucing

    Perawatan kucing kampung selanjutnya adalah dengan menjaga kesehatan mereka. Bukan hanya memastikan kucing bebas dari penyakit secara visual tapi benar-benar memeriksakan kesehatannya. Apalagi kucing sangat rentan terhadap penyakit bahkan penyakit kronis seperti kanker atau jantung.

    Selain memandikan kucing secara rutin menggunakan sampo khusus pastikan juga untuk membersihakn mata dan telinganya. Jangan biarkan ada cairan mengeras pada mata kucing karena dikhawatirkan dapat mengakibatkan iritasi mata. Rawat juga kesehatan bulu dan kulit kucing agar terhindar dari kutu.

  3. Jangan beri makan kucing dengan sayur mayur

    Kucing merupakan hewan karnivora alami yang suka mengkonsumsi ikan, daging sapi atau ayam. Tahukah kamu jikalau kucing lebih menyukai makanan mentah daripada matang? Ironisnya lagi, masih banyak orang yang memberi makan kucing sembarangan seperti nasi atau sayuran, padahal mereka tidak mampu memberikan perawatan kucing kampung secara maksimal.

    Kedua jenis makanan tersebut mungkin baik bagi manusia, tapi tidak untuk kucing. Sistem pencernaan kucing tidak ‘disetting’ untuk mencerna sayuran sebaik daging. Untuk kesehatan dan kenyamanan kucing, baiknya siapkan daging atau makanan kering kucing sebagai camilan mereka.

  4. Sikat bulu kucing

    Banyak yang bilang, perawatan kucing kampung sangat rumit dan sulit. Faktanya, merawat kucing kampung jauh lebih mudah dan praktis karena mereka bisa datang kapan saja tanpa diundang. Selain memperhatikan asupan nutrisi kucing, berikan juga treatment menyenangkan dengan menyikat bulu mereka.

    Belilah sisir sikat bulu kucing khusus untuk digunakan secara teratur. Namun pastikan terlebih dahulu jika kucing kampung yang ada di rumah memiliki bulu lebat. Menyikat bulu kucing membantu kucing merasa lebih nyaman. Kegiatan ini juga bagus untuk menyingkirkan kuman atau rambut mati kucing.

  5. Sterilisasi dan Vaksinasi

    Kucing kampung tidak suka dikekang, mereka suka sekali bermain di sekitar rumah. Demi kenyamanan kamu dan kesehatan kucing, alangkah baiknya melakukan sterilisasi pada kucing. Spaying atau Neutering, kabarnya mampu meningkatkan usia kucing. Cara ini juga bisa kamu ambil setelah puas dengan jumlah anakan kucing di rumah. Proses sterilisasi dilakukan secara profesional oleh dokter hewan.

    Tidak hanya melakukan sterilisasi, kamu juga bisa meningkatkan kesehatan kucing dengan memberinya vaksin. Perawatan kucing kampung seperti ini mungkin tergolong mahal, namun bagus untuk meningkatkan sistem imunitas kucing.

  6. Manjakan dengan mengajak kucing bermain

    Cara perawatan lainnya adalah memanjakan kucing. Kucing merupakan hewan peliharaan malas yang sangat suka ketika diperhatikan. Ajaklah kucing kampung kamu bermain dengan permainan yang dibeli atau buat sendiri.

    Cek daftar mainan kucing yang bisa kamu beli!

    Mengajak kucing bermain tidak hanya memanjakan mereka, tapi juga meningkatkan keakraban di antara kalian. Bila memungkinkan berikan latihan khusus pada kucing kampung seperti belajar mengangkat tangan atau berguling.

 

Tips perawatan kucing kampung menurut dokter

Pada pembahasan sebelumnya, kami sudah menjelaskan bagaimana perawatan kucing kampung secara umum. Kali ini, kami mengajak kamu untuk mencermati tips merawat kucing berdasarkan penuturan atau rekomendasi dokter hewan ahli.

  1. Ciptakan lingkungan tempat tinggal yang aman dan bersih

    Pada hakikatnya, kucing termasuk hewan yang bersih dan sensitive. Tidak jarang kucing akan langsung sakit atau tertular penyakit ketika berada di lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, bersihkan tempat tidur kucing secara merata begitu pula litter box-nya.

    Buatlah tempat tinggal yang nyaman untuk kucing. Jika tidak bisa membuatnya sendiri, ada banyak toko yang menawarkan kandang atau bantal tempat tidur kucing. Kamu juga bisa menambahkan fasilitas lainnya guna merangsang responsif gerakan kucing.

  2. Berikan minuman dan makanan sehat secara teratur

    Perawatan kucing kampung yang tepat akan membuat kucing hidup sehat dan makmur. Salah satu poin yang perlu kamu perhatikan adalah makanan dan minuman kucing. Kucing kampung tidak hanya membutuhkan makanan, tapi juga obat cacing dan vaksin khusus. Berikan semua kebutuhan tersebut secara teratur pada semua kucing kampung yang kamu pelihara.

    Daripada memberikan kucing makanan kering, ada baiknya jika kamu memberikan makanan alami seperti potongan daging ayam atau daging sapi mentah. Kucing juga sangat suka ikan. Kamu bisa memberikan ikan yang sudah diolah pada kucing.

  3. Sambangi dokter hewan secara teratur

    Manusia butuh medical check-up rutin untuk memonitor kesehatannya, lantas mengapa kamu tidak melakukan hal yang sama pada kucing kampung peliharaan? Memberikan ‘jatah’ cek kesehatan kucing merupakan cara terbaik treatment kucing kampung. Agar semuanya lebih mudah, kamu bisa menyimpan kontak dokter hewan yang berpengalaman.

    Menyambangi dokter hewan secara teratur bukan hanya ketika kucing sedang sakit saja. Dari semua tips perawatan kucing kampung sebelumnya, bisa jadi treatment ini yang paling membutuhkan banyak modal. Namun sangat sebanding dengan hasil akhirnya, yakni kucing yang sehat, gemuk, dan panjang umur.

  4. Mandikan kucing dengan benar

    Tahukah kamu, berapa kali sebaiknya kucing dimandikan? Jawabannya adalah dua minggu sekali.

    Kucing memang tidak menyukai air, tapi bukan berarti kamu bisa melewatkan jam memandikan kucing ketika tiba waktunya. Mandian kucing menggunakan sampo kucing, bukan sampo anjing atau manusia.

    Memandikan kucing tidak hanya membuat mereka wangi, tapi juga membantu menjaga kebersihan dan kesehatannya. Coba bayangkan, jika kucing kampung yang kamu pelihara memiliki kutu atau jamur?

    Usai membersihkan kucing, lanjutkan dengan memotong kuku kucing. Perawatan kucing kampung sepert ini penting agar kuku kucing tidak semakin panjang dan tajam.

  5. Jangan ganggu kucing ketika beristirahat

    Kucing membutuhkan waktu istirahat lebih lama dari manusia. Seekor kucing kampung bisa tidur selama 12 jam dalam satu hari. Ketika kucing beristirahat, sebaiknya janganlah mengganggu mereka. Namun, membiarkan kucing tidur terlalu lama juga bukan keputusan yang bijak.

    Silahkan perhatikan ritme atau pola tidur kucing dan catat hasilnya. Apakah jam tidur mereka sudah tepat atau belum? Bawa kucing untuk melakukan tes kesehatan jika pola tidurnya berantakan karena bisa jadi kucing tengah terserang penyakit

 

Fakta unik mengenai kucing kampung

Sudah tahu bagaimana perawatan kucing kampung yang benar? Untuk menambah wawasan, kamu bisa menyimak beberapa fakta tentang kucing kampung berikut ini:

  1. Satu keturunan dengan kucing liar Afrika

    Banyak yang meyakini jika kucing kampung merupakan ras dari perkawinan silang antara beragam jenis kucing. Tapi nyatanya, kucing kampung masih satu generasi atau keturunan dari kucing liar Afrika apabila dilihat dari susunan genetiknya.

    Fakta lainnya, kucing kampung telah diadopsi dan dipelihara manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Kamu yang sebelumnya ragu memelihara kucing kampung, tidak perlu ragu lagi karena nenek moyang kita mungkin memelihara kucing di zaman mereka

  2. Tidak berkarakter

    Perawatan kucing kampung memang hampir sama seperti kucing ras lainnya, mereka suka makan ikan dan dimanjakan. Namun, tahukah kamu jika setiap kucing kampung yang ditemui di jalan tidak mempunyai karakteristik khusus? Kondisi ini bisa jadi disebabkan karena pencampuran ras yang terjadi dengan mudahnya. Sehingga manusia tidak bisa membedakan dengan mudah dari mana saja campuran genetik seekor kucing.

    Ras kucing lain mungkin memiliki bulu yang lebat tapi tidak begitu dengan kucing kampung. Tidak heran jika banyak orang yang menyebut kucing kampung sebagai kucing tanpa karakter.

  3. Merupakan spesies kucing tersehat

    Meskipun tidak memiliki karakteristik istimewa, kucing kampung ternyata jauh lebih sehat daripada ras kucing lainnya. Mengapa demikian? Pencampuran genetik pada seekor kucing memungkinkan mereka untuk mempunya sistem kekebalan tubuh lebih baik. Itulah mengapa kucing kampung masih bisa hidup sehat meskipun tidak memperoleh perawatan memadai.

    Walaupun sakit, kucing kampung masih bisa bertahan hidup tanpa perlu pergi ke dokter hewan. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan namun tidak bisa dihindari oleh kucing kampung liar.

  4. Terdapat 2 jenis kucing kampung

    Kucing berbulu pendek merupakan ciri khas kucing kampung Indonesia. Tapi nyatanya masih ada satu jenis kucing kampung lain yang eksis di dunia, yakni kucing berbulu panjang. Ras kucing kampung berbulu panjang mungkin masih jarang di Indonesia, tapi bukan berarti mustahil ditemukan.

    Kucing kampung bulu panjang merupakan hasil kawin silang antara kucing Ragdoll, Maine Coon, dan Kucing Persia. Jika di rumah kamu memelihara seekor kucing kampung pejantan dan kucing betina Persia, tidak menutup kemungkinan anakan kucingnya adalah kucing kampung bulu panjang.

Memboyong kucing kampung pulang ke rumah, artinya siap sedia untuk memeliharanya sebagai hewan peliharaan. Berikan perawatan kucing kampung secara optimal untuk memenuhi kesehatan dan kesejahteraan hidupnya. Sehingga kucing kampung yang kamu pelihara mampu hidup dengan nyaman dalam jangka waktu panjang.