Cara Merawat Bulu Kucing Yang Benar Agar Tidak Rontok

Cara merawat bulu kucing

Kucing merupakan hewan peliharaan yang paling menarik perhatian. Entah itu karena penampilannya yang menggemaskan, tingkahnya yang menghibur, hingga kemampuannya untuk bertahan dan setiap bersama pemiliknya. Iya, Kamu!!

Namun tentu saja, memelihara kucing memiliki resiko dan konsekuensi pula, salah satunya untuk menjaganya agar terhindar dari berbagai keluhan dan penyakit.

Bentuk gangguan yang paling umum dialami oleh pemilik kucing adalah bulu peliharaan yang rontok dan menempel kemana-mana.

Kendati ini merupakan perkara yang sangat wajar ditemui, apakah hal ini berbahaya? Jadi, bagaimana ya cara merawat bulu kucing yang benar?

 

Pemicu rontok pada bulu kucing

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kendati fenomena kerontokan bulu pada kucing merupakan sesuatu hal yang lumrah, namun Kamu harus cermat untuk mengetahui penyebabnya dengan segera.

Berikut beberapa daftar pemicu yang bikin rontok bulu kucing:

  1. Terjadi infeksi oleh jamur

    Percaya atau tidak, bulu kucing yang tebal, lebat dan lembut tak hanya menarik bagi manusia, namun juga bagi jamur. Yap, senyawa mikroba ini sangat nyaman berada dalam bulu yang lembab, dingin, dan jarang terkena matahari.

    Biasanya gejala infeksi ditunjukkan dengan munculnya bercak di bagian permukaan kulit, dan diikuti dengan kebotakan bulu di area tersebut.

    Jika gejala ini sudah Kamu temukan, maka segera bawa ke perawatan hewan, sebab area tersebut bisa saja meluas dalam waktu singkat.

  2. Disebabkan Tungau dan Kutu

    Penyebab rontok yang selanjutnya adalah adanya ‘invasi’ kutu dan tungau pada tubuh kucing.

    Tak hanya hidup di bagian permukaan, kutu dan tungau juga bisa masuk sampai ke lapisan dalam kulit. Tak heran memang bila hal ini mampu membuat kucing menggaruk dengan intens dan sangat keras, sampai bulu-bulunya berserakan kemana-mana.

    Biasanya gejala adanya kutu dan tungau ini diperlihatkan dari gelagat kucing yang terlihat tak nyaman dan terlampau sering menggaruk beberapa bagian tubuhnya.

    Nah, dalam kondisi seperti ini, Kamu juga harus tanggap untuk segera membawa kucing ke Vet, ya, sebelum permukaan kulitnya infeksi dan muncul koreng.

  3. Menderita alergi

    Perkara tak cocok dengan lingkungan dan makanannya juga bisa menjadi penyebab utama terjadinya kerontokan bulu.

    Kucing sangat rentan mengalami alergi terhadap konsumsi suplemen, obat, makanan, minuman, dan penggunaan produk luar yang terlalu keras.

    Biasanya, gejala alergi ini ditunjukkan dengan kerontokan bulu yang signifikan dan instan, setelah mengkonsumsi allergen. Karena itu, dianjurkan untuk memberikan perawatan pada kucing secara bertahap, agar bisa mengetahui mana saja produk yang sekiranya cocok dan tidak.

  4. Mal nutrisi

    Kekuatan bulu kucing juga dipengaruhi oleh kelengkapan nutrisinya. Tak heran bila kucing yang sehat memiliki intensitas blu rontok yang lebih rendah daripada kucing yang asupannya asal-asalan. Umumnya, kerontokan yang disebabkan oleh kurang nutrisi secara terus-menerus, kendati perilaku kucing tetap normal dan tak menunjukkan keluhan.

  5. Merasa tertekan

    Kucing yang merasa tertekan juga bisa menjadi penyebab terjadinya kerontokan bulu kucing, loh.

    Perasaan ini umumnya terjadi karena ia merasa tidak kerasan di lingkungannya. Seperti banyaknya gangguan, belum ada ikatan dengan pemilik, merasa takut dan terancam, hingga tak mendapatkan perhatian yang layak dan merasa kesepian.

    Gejala stress ini bisa ditunjukkan dari kebiasaan kucing yang terlalu sering menjilati tubuhnya, hingga menyebabkan kerontokan bulu. Juga dari tingkahnya yang sensitif dan mudah marah ketika diajak berinteraksi.

  6. Ketidakcocokan suhu

    Hal lain yang menyebabkan kerentanan pada bulu kucing adalah karena adanya ketidakcocokan suhu. Hal ini bisa dipicu oleh keadaan yang terlalu panas ataupun terlalu dingin.

    Keduanya diketahui bisa menyebabkan akar bulu menjadi rapuh dan gampang rontok. Untuk mengenali terjadinya ketidakcocokan suhu, Kamu bisa memperhatikan bagaimana perilaku kucing saat dibawa dari ruangan bersuhu dingin ke panas, ataupun sebaliknya.

  7. Rontok secara periodik

    Kerontokan bulu pada kucing tak selalu menunjukkan kelainan, sebab hal ini bisa juga disebabkan karena adanya rontok periodik.

    Biasanya bulu kucing akan berganti tiap 6 bulan sekali. Pada fase ini, folikel bulu yang sudah tua akan dilepaskan dan diganti dengan akar bulu baru yang lembut.

 

Cara merawat kucing agar bulu tidak rontok

Setelah mengetahui penyebab dari kerontokan bulu kucing, maka Kamu akan lebih memahami bagaimana cara merawat bulu kucing.

  1. Melengkapi nutrisi kucing

    Cara merawat bulu kucing yang utama harus dilakukan dari dalam, yaitu dengan memenuhi nutrisinya. Mulai dari memadukan antara makanan basah dan makanan kering, memberikan snack sehat, hingga secara teratur membawa ke Vet berpengalaman untuk mengecek kondisi terkini tubuhnya.

    Nutrisi yang terpenuhi dengan lengkap tak hanya berpengaruh pada kualitas bulu kucing saja, melainkan ke kondisi tubuh secara keseluruhan.

    Kucing yang nutrisinya baik akan memiliki pembawaan yang lebih ceria dan lincah.

  2. Menyisir bulu kucing

    Apakah sampai saat ini Kamu termasuk pemilik yang malas menyisir Anabul kamu?

    Jika ya, maka kebiasaan itu harus diubah, demi bulu-bulu yang sehat dan anti rontok. Menyisir bulu kucing dengan teratur dapat menjadi cara merawat bulu kucing yang ampuh.

    Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kebiasaan ini adalah mengusir tungau dan kutu, memberikan relaksasi kepada kucing, menghindari kekusutan bulu, melancarkan peredaran darah kucing, dan menghilangkan rambut rontok yang bisa menahan pertumbuhan bulu baru.

  3. Membersihkan dengan teratur

    Apakah kucing perlu dimandikan dengan teratur? Jawabannya adalah iya.

    Namun, apakah harus setiap hari layaknya manusia? Jawabannya adalah tidak, sebab bahan kimia pada shampo dapat menghilangkan minyak esensial alami di tubuh kucing.

    Memandikan kucing dengan teratur merupakan cara merawat kucing agar bulu tidak rontok. Kondisi yang tetap bersih dapat menghindari tumbuhnya jamur, bakteri, dan bersarangnya kutu di tubuh kucing.

    Namun, Kamu harus tetap memperhatikan produk yang digunakan, pilihlah hati-hati agar tak menimbulkan reaksi alergi. Umumnya, kucing dimandikan tiap 4 hingga 6 minggu sekali, ya!

Cek kebutuhan perawatan shampoo kucing

-4%
Original price was: Rp 68.900.Current price is: Rp 65.900.
-7%
Original price was: Rp 58.900.Current price is: Rp 54.900.

 

  1. Rutin berjemur

    Cara merawat bulu kucing selanjutnya yang bisa membantu menjauhkan problema bulu rontok adalah berjemur dengan rutin. Sederhana, bukan?

    Vitamin D dan E yang diserap melalui cahaya matahari dapat membantu meningkatkan kesehatan kucing, termasuk bulunya.

    Tak hanya itu saja, berjemur juga dapat membantu menghalau tungau, kutu, dan jamur dengan menjaga bulu kucing untuk tetap kering dan tak lembab. Sebagai nilai tambahan, berjemur dengan porsi yang tepat juga bisa mengusir bau apek dari bulu kucing, loh.

    Tahukah kamu?

    Kalau Rumput Kucing juga kaya akan Vitamin E (antioksidan) yang sangat bagus buat Anabul kamu?

    Beli Sekarang
  2. Menjaga kualitas suhu

    Tahukah Kamu bahwa pengaturan suhu merupakan cara merawat bulu kucing yang sangat ampuh?

    Tubuh kucing membutuhkan suhu ideal tertentu agar tak menyebabkan kerontokan bulu. Yap, 37-38 derajat celcius merupakan rentang suhu yang normal bagi kucing. Jika lebih dari ini, maka tubuh kucing akan merespon panas dengan merontokkan bulunya.

    Adapun cara merawat bulu kucing bagi Kamu yang menggunakan pendingin ruangan, harus telaten mengecek kondisi bulu Anabul kamu, ya, agar tak lembab dan malah mengundang jamur untuk bersarang.

  3. Menjaga kebersihan tempat tinggal kucing

    Sudahkah Kamu rutin membersihkan kandang, tempat bermain, dan alat-alat perawatan si Kucing? Sebab aspek ini sangat menentukan kesehatannya, loh.

    Beberapa dampak buruk pada kucing yang muncul dari lingkungan yang kotor adalah stress, tumbuhnya jamur pada kulit, merebaknya tungau dan kutu, serta gampangnya ia terkena penyakit.

    Jangan pernah malas untuk membersihkan kotoran, debu, hingga sisa makanan kucing, ya!

  4. Mengajak bermain

    Seperti hewan peliharaan pada umumnya, kucing juga sangat menantikan waktu-waktu bermain.

    Hal ini dapat membantunya beradaptasi dengan lingkungan, membangun kedekatan dengan Kamu, pemiliknya, memunculkan rasa nyaman di sekelilingnya, menghilangkan rasa takut, dan meminimalisir kemungkinan adanya rasa kesepian.

    Karena itulah, bermain bisa menjadi cara untuk menjaga kesehatan kucing. Sebab ia kan terbebas dari rasa tertekan, yang bisa memicu kerontokan bulu. Kamu bisa meluangkan jadwal untuk mengajaknya berjalan-jalan, membelikannya mainan, hingga menghabiskan waktu bersama dengan mengusap-usap tubuhnya.

  5. Memberikan perawatan tambahan

    Sama halnya seperti pemiliknya yang membutuhkan “me time” untuk bisa menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, ternyata kucing juga memerlukan perawatan tambahan, loh.

    Misalnya saja seperti mengajaknya ke Vet dengan teratur untuk mendapatkan treatment tubuh yang lengkap. Memberikan asupan vitamin dan suplemen yang bisa menjaga stamina dan kondisi tubuh, serta rajin memberikan vitamin untuk bulunya.

Cek kebutuhan vitamin kucing di @TokoKekucingan

-5%
Original price was: Rp 37.900.Current price is: Rp 35.900.
-7%
Original price was: Rp 42.900.Current price is: Rp 39.900.

 

Bahaya kerontokan bulu kucing bagi manusia

Bagi Kamu yang sudah terbiasa ribet dengan bulu kucing yang rontok dan menempel di seisi rumah, harus tetap waspada, ya!

Sebab, ternyata terdapat beberapa kondisi dimana kerontokan ini dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia.

  1. Kurap

    Penyakit kulit ini umumnya muncul ketika Kamu rajin membelai kucing yang bulunya berjamur. Juga bisa terjadi ketika bulu yang tak sehat itu rontok, lantas bersentuhan tanpa rajin membersihkan diri.

    Bakteri dan jamur yang ada pada bulu bisa menjangkiti kulitmu dan memunculkan reaksi gatal-gatal, kemerahan, serta bersisik. Karena itu, selalu biasakan diri untuk mencuci tangan setelah bermain ataupun membersihkan bulunya.

  2. Sakit cakar kucing

    Tahukah Kamu bahwa di tiap bulu kucing yang rontok kerap terkandung bakteri Bartonella Henselae? Inilah yang kemudian memicu munculnya penyakit yang dikenal juga dengan sebutan Cat Scratch Disease.

    Umumnya disebabkan karena reaksi infeksi yang muncul setelah Kamu berinteraksi dengan bulu kucing yang kotor. Bayangkan saja, ketika Kamu mengusap tubuh si kucing, dan langsung mengucek bagian mata, membersihkan hidung, bahkan makan dan minum tanpa mencuci tangan.

    Hal ini bisa juga terjadi ketika Kamu terkena cakar kucing, dan bakteri yang terdapat di bulunya ikut masuk dan menyebabkan infeksi. Gejala sakit cakar kucing ditunjukkan dengan adanya benjolan kecil yang diikuti mual, radang, rasa nyeri, hingga demam.

    Oleh sebab itu, mengetahui bagaimana cara merawat bulu kucing merupakan ‘ilmu wajib’ bagi setiap pemilik kucing.

  3. Alergi

    Reaksi alergi kerap juga disebabkan oleh kerontokan bulu dan pengetahauan akan cara merawat bulu kucing yang keliru. Reaksi yang muncul bisa berupa bersin-bersin, mata berair, hingga munculnya rasa gatal di sekitar kulit.

    Alasan ini juga yang menyebabkan banyak orang akhirnya membatalkan keinginan untuk mengadopsi kucing atau hewan peliharaan berbulu lainnya.

    Karena itu, Kamu harus betul-betul mengetahui cara merawat bulu kucing yang tepat, dan rajin membersihkan bulu-bulu yang berserakan. Hal ini demi menjaga reaksi alergi dari kerabat yang berkunjung.

  4. Toksoplasmosis

    Penyakit ini sepertinya yang paling ditakuti oleh masyarakat pada umumnya, sebab bisa menyebabkan efek buruk pada tubuh, bahkan untuk ibu dan janinnya.

    Penyakit ini diinisiasi oleh parasit Toxoplasma Gondii, yang berkembang pada kotoran kucing, yang kemudian dapat menyebar ke bagian bulunya dari jilatan.

    Nah, ketika bulu yan sudah terkontaminasi parasit ini rontok karena cara merawat bulu kucing yang tak tepat, ia bisa mengenai tubuh Kamu dan perabotan rumah. Inilah yang menyebabkan parasit tersebut masuk dan berkembang di tubuhmu.

    Karena itu, jangan pernah malas untuk mempelajari cara merawat bulu kucing yang tepat, ya! Juga membersihkan lingkungan tempat tinggal si kucing, beserta bulu-bulunya yang rontok.

Itulah bahasan lengkap mengenai penyebab kerontokan bulu pada kucing, cara merawat bulu kucing, dan apa efeknya bagi kesehatan manusia.

Bagi Kamu yang saat ini berniat untuk mengadopsi kucing, atau tengah menjalankan peran sebagai pemilik, jangan lupa untuk mengedepankan kebersihan, ya!