Cara Merawat Kucing Hamil Yang Aman dan Tidak Keguguran

Cara merawat kucing hamil

Salah satu fase yang ditunggu-tunggu, sekaligus menegangkan bagi para pemilik kucing, adalah ketika anak bulu yang menggemaskan ini memasuki usia siap hamil.

Sama seperti manusia, kucing pun memerlukan pengasuhan yang berbeda ketika tengah dalam masa yang super sensitif ini. Mulai dari munculnya kebiasaan baru, perilaku-perilaku berbeda, hingga perubahan hormon yang signifikan.

Cara merawat kucing hamil tak boleh dilakukan secara serampangan, sebab akan memengaruhi kondisi tubuh dan psikisnya. Buat kamu yang tengah bersiap-siap menghadapi situasi seperti ini, jangan khawatir ya, karena kali ini kita akan membahas hal-hal seputar kehamilan kucing dengan lengkap-selengkap-lengkapnya. Siap?!

 

Usia siap hamil bagi kucing

Demi mendapatkan kualitas keturunan yang baik, biasanya pemilik kucing menjadwalkan dan merencanakan pasangan kawin bagi peliharaannya. Walaupun tak jarang juga perkawinan ini terjadi secara tiba-tiba, dengan pasangan yang tak jelas juntrungan-nya.

Kendati demikian, mengetahui kapan usia hamil yang ideal dapat membantu kamu untuk menghindari terjadinya kehamilan dini, yang beresiko pada kesehatan induk dan janinnya ke depan.

Idealnya, kucing sudah siap untuk kawin dan hamil pada usia 4 bulan. Biasanya di fase ini tubuh kucing sudah cukup matang untuk bereproduksi. Masa hamil kucing umumnya berada di rentang 63 hari hingga 70 hari.

 

Tanda fisik kehamilan pada kucing

Hal lain yang harus kamu perhatikan terkait cara merawat kucing hamil, adalah tanda-tanda fisik yang ditunjukkan.

Pada minggu-minggu awal, kehamilan ini susah untuk terdeteksi. Padahal masa hamil muda inilah yang membutuhkan pengawasan yang ekstra.

  • Minggu ketiga

    Memasuki usia kehamilan 3 minggu, perubahan fisik yang paling terlihat adalah membesarnya bagian puting susu kucing. Tak hanya itu, perubahan juga diikuti dengan warnanya yang memerah.

    Pada beberapa kasus, hal ini mulai menyebabkan ketidaknyamanan bergerak pada kucing. Pada mingu-minggu awal, kucing juga menunjukkan kebiasaan mual dan muntah.

  • Minggu keempat

    Pada usia kehamilan 4 minggu, tubuh kucing akan mengalami kenaikan bobot yang signifikan. Selain karena nafsu makannya meningkat, janin yang dikandung juga sudah mulai membesar. Pada masa inilah kehamilan kucing sudah mulai terlihat, berupa gelayutan di bagian perutnya.

  • Minggu kelima dan seterusnya

    Tanda-tanda kehamilan tak hanya dapat dilihat dari perubahan fisik, melainkan terlihat juga pada perubahan selera makan.

    Mulai dari penambahan porsi, sampai perbedaan selera makanan. Karenanya kamu harus siap memutar otak untuk mencarikan jenis makanan baru yang disukai olehnya.

    Saat kehamilan sudah memasuki usia minggu kelima, kucing akan mengalami ketidaknyamanan yang terus menerus. Karenanya kamu harus siaga untuk mengusap -usap tubuhnya yang mulai pegal, suaranya terus terdengar, kemalasannya karena tak nyaman bergerak, hingga suasana hatinya yang berubah menjadi super galak.

 

Pemeriksaan medis

Selain mengamati perubahan fisik dan kebiasaan, merawat kucing hamil juga harus melibatkan pemeriksaan medis. Hal ini tak hanya bertujuan untuk memastikan kehamilannya, namun juga untuk melihat kondisi kesehatan si induk.

Pemeriksaan medis juga kerap dijadikan sebagai upaya pencegahan kehamilan yang cacat. Biasanya pemeriksaan bisa dilakukan ketika usia perut sudah memasuki hari ke 16, menggunakan teknologi ultrasonografi.

 

Cara merawat kucing hamil

Setelah mengetahui dan memastikan kehamilan si kucing, lalu apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan? Berikut kami rangkum panduan merawat kucing hamil.

  1. Menjaga pola nutrisi

    Kehamilan tentu membawa banyak perubahan pada tubuh kucing. Awalnya hanya membutuhkan asupan untuk porsi kucing itu sendiri, berubah menjadi beberapa porsi untuk bayi-bayinya juga. Karena itu perubahan pola nutrisi berguna untuk menghindari terjadinya kurang gizi.

    Mulai berikan porsi 25% lebih banyak, ketika usia kandungan kucing memasuki minggu keenam. Pada fase ini, nafsu makan kucing akan mengalami perubahan, seiring dengan kondisi janinnya yang mulai membesar. Pada tahapan ini, perbanyak asupan kalsium dan protein, sebagai bagian dari persiapan melahirkan dan menyusui.

    Sampai nanti setelah pasca melahirkan pun kamu harus tetap mengontrol pola nutrisi kucing, dengan menitikberatkan pada kandungan kalsium dan protein. Kucing memerlukan asupan zat pembangun yang cukup untuk proses penyembuhan dan menyusui. Terlebih lagi jika ia melahirkan beberapa anak dalam satu waktu.

    Sebagai tambahan merawat kucing hamil, kamu bisa memberikan suplemen yang mengandung vitamin dan mineral. Tapi jangan sembarangan, ya! Disarankan untuk menunggu arahan dari dokter hewan terlebih dahulu, agar pemilihan suplemen sesuai dengan kondisi si kucing.

    Baca juga: Tips memelihara kucing yang direkomendasikan oleh Dokter Hewan

  2. Mengubah porsi makanan

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perubahan pola makan kucing bisa terlihat saat memasuki minggu keempat. Entah itu dari porsinya yang naik menjadi dua kali lipat, hingga preferensi makanannya yang menjadi berubah.

    Di fase ini, kamu disarankan untuk memberikan variasi makanan kering dan basah bagi Anabul kamu, untuk menjaga selera makannya.

  3. Memastikan tak dehidrasi

    Seiring dengan perubahan nafsu makannya, kucing yang hamil juga menjadi lebih cepat haus. Kamu disarankan untuk memberikan air mineral yang matang, demi menjaga kesehatan kucing.

    Tak hanya itu, hindari juga memberikan air yang berwarna dan berperisa, sebab dapat memperburuk mual dan muntah yang dialami oleh kucing. Penyediaan air yang cukup akan membantu kucing untuk terhindar dari gejala dehidrasi, mencret dan lemas.

  4. Memperhatikan efek perubahan hormon

    Perubahan hormon kehamilan pada kucing pantang hukumnya untuk disepelekan!

    Sebab hal ini bisa memunculkan perasaan tertekan dan tak nyaman pada kucing yang dapat berujung  pada penurunan kesehatannya. Terdapat beberapa panduan dalam merawat kucing hamil yang bisa kamu jadikan acuan untuk mengatasi perubahan hormon saat tengah mengandung, diantaranya:

    • Periksakan kucing secara teratur untuk memastikan tak ada gangguan jamur, parasit, dan tungau.
    • Kehamilan bisa menyebabkan penurunan nafsu makan bagi kucing. Jika ini terjadi, kamu bisa ‘mendongkraknya’ dengan memberikan vitamin penambah nafsu makan atau mengganti jenis makanannya.
    • Apabila kucing terlihat lemas, dan kerap menjilat tubuhnya di area vulva, maka lekas periksakan ke dokter. Sebab hal ini mengindikasikan gangguan kesehatan.
    • Kucing biasanya menderita keputihan ketika hamil dan melahirkan. Hal ini sebenarnya normal dan wajar saja, selama keputihan tersebut tidak bau dan gatal. Namun, jika ternyata kucing kamu mengalami kasus yang memunculkan bau tak sedap dan mengakibatkan area vitalnya memerah, maka segera periksakan ke dokter.
    • Perhatikan perubahan pada warna urine. Pada beberapa kasus, kucing yang hamil diikuti juga dengan infeksi pada rahim yang bercampur darah. Sama seperti gejala lain sebelumnya, kamu harus tanggap memeriksakannya ke dokter, sebab bisa menggangu pertumbuhan bayi kucing.
  5. Batasi intensitas keluar rumah

    Selain menjaga asupan nutrisinya, merawat kucing hamil juga bisa dilakukan dengan menjaganya dari rasa tertekan dan stress. Nah, salah satu cara merawat kucing hamil adalah dengan membatasi intensitasnya keluar rumah.

    Hal ini bertujuan untuk menghindari pertengkaran dan gangguan dari kucing yang lain. Saat hamil, kucing bisa menjadi sensitif dan galak. Membatasi main keluar rumah juga bisa mencegah terjadinya penularan penyakit, yang mampu menginfeksi janin.

  6. Jauhkan dari pemicu stress

    selain stress yang berasal dari luar rumah, dalam merawat kucing hamil juga harus memerhatikan tekanan yang mungkin didapatkan dari lingkungan dalam rumah, ya.

    Misalnya seperti gangguan dari anak-anak, kurangnya perhatian dan waktu bermain, hingga perasaan tak nyaman dan terancam yang bisa saja datang dari lingkungan yang kotor. Karena itu, kucing yang hamil umummnya membutuhkan shelter sendiri yang nyaman dan terisolasi.

  7. Jaga kebersihan tempat tinggal

    Perubahan perilaku yang paling terlihat dari kucing yang hamil adalah kemalasannya. Kucing menjadi malas bergerak, beraktifitas, dan menghabiskan banyak waktu di kandang. Karena itu, kamu harus memastikan kebersihan lingkungan kandangnya.

    Selain untuk memberikan kenyamanan, kandang bersih juga dapat membantu agar kucing tak terjangkit jamur, kutu, tungau, dan parasit. Pastikan untuk selalu membersihkan kotorannya, mengganti pasir, tempat makan dan minum, serta selimut, dan alas tidur yang digunakan.

  8. Mandikan secara teratur

    Selain memperhatikan kebersihan tempat tinggal, dalam merawat kucing hamil juga harus diperhatikan kondisi tubuhnya. Mandikanlah kucing dalam rentang 4-6 minggu sekali. Untuk pembersihan rutin karena sisa bermain dan aktifitas hariannya, kamu bisa menggunakan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat

    Setelah mandi, jangan lupa memastikan bulu kucing dalam keadaan bersih dan kering ya, untuk menghindari terjadinya kerontokan dan perkembangbiakan jamur.

  9. Mempersiapkan kelahiran

    Tahapan merawat kucing hamil berikutnya bisa dilakukan dengan mempersiapkan lingkungan yang kondusif untuk proses melahirkan. Pada fase pra dan pasca melahirkan, emosi kucing akan menjadi tidak stabil karena rasa keibuan dan perlindungan pada bayinya mulai muncul. Karena itu, berikanlah ruang yang tersendiri dan jauh dari gangguan.

    Terdapat beberapa tanda yang diperlihatkan ketika kucing sudah mulai mendekati masa melahirkan, antara lain:

    • Perubahan suhu tubuh, yang menjadi lebih dingin dari biasanya.
    • Makin pendiam, kurang aktif dan nafsu makannya menurun.
    • Menjilati area perut dan genitalnya dengan intensitas yang tinggi.
    • Menyendiri dan mulai mencari-cari tempat melahirkan. Jika terjadi kasus dimana kucing kamu sudah menemukan tempat yang menurutnya nyaman dan tak mungkin dipindahkan, maka kamu harus mengatur agar tempat tersebut menjadi super nyaman untuknya.
  10. Mengetahui fase-fase melahirkan kucing

    Apakah kamu perlu membantu kucingmu untuk melahirkan? Jawabannya adalah tidak, selama tak ada kendala kehamilan atau kesehatannya.

    Proses melahirkan merupakan hal alami bagi kucing yang bisa ditangani sendirian. Untuk merawat kucing hamil seperti ini, kamu harus mengetahui setidaknya 3 tahapan umum yang terjadi pada proses melahirkan, yaitu:

    • Tahapan pertama, terjadi pada kurun waktu 36 jam awal. Pada fase ini, kucing sudah mulai memasuki sarangnya. Juga menunjukkan pola nafas yang terengah-engah, eongan yang lebih intens, ototnya menegang, dan menggaruk-garuk bagian genitalnya.
    • Tahapan kedua, proses mengedan, yang terjadi selama kurang lebih 5-30 menit untuk tiap bayi kucing. Biasanya kontraksi yang dirasakan oleh kucing akan meningkat seiring waktu.
    • Tahapan ketiga, ketika seluruh bayi sudah lahir, kucing akan melanjutkan dengan memakan bagian plasentanya. Proses ini membutuhakn waktu 4-6 jam.

 

Itulah penjelasan lengkap mengenai tahapan merawat kucing hamil. Sebelum mulai mengadopsi kucing, kamu harus menanamkan komitmen pada diri sendiri untuk bersedia mempelajari tahapan-tahapan merawat kucing hamil tesebut. Sebab, fase ini memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ekstra. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan melakukan pengecekan kesehatan ke dokter, ya!